Pemerintah Kota Palangka Raya

Area seperti ini berisiko meyebebkan infeksi, terutama jika putra memegang hewan ternak lalu tidak mencuci tangan; infeksi bakteri Escherichia coli pernah menjangkit 93 orang pengunjung sebuah peternakan interaktif dalam Britania pada tahun 2009. Di Amerika Serikat, kunjungan dapat menginap di lahan pertanian dan peternakan bersejarah yang sengaja direstorasi untuk tujuan ini. Tempat contohnya ini sering menyediakan pengalaman seperti cerita-cerita peternakan zaman lalu sebelum zaman industri, dan disindir oleh majalah daring Modern Farmer seperti “versi pertanian yang benar-benar dikuratori untuk mereka dalam mau bayar”. Prinsip-prinsip ilmiah praktik seleksi buatan buat menghasilkan keturunan dengan sifat-sifat unggul secara sistematis diperkenalkan oleh Robert Bakewell dalam abad ke-18 dan adalah faktor penting dalam Revolusi Pertanian Britania.

Perkembangbiakan hewan ternak sering tidak berlangsung secara spontan tetapi dikendalikan oleh peternak yang mau agar keturunannya memiliki sifat-sifat tertentu. Contoh sifat dalam sering diinginkan adalah ketahanan, kesuburan, kemampuan mengasuh anak, kecepatan tumbuh, konsumsi pakan yang efisien, proporsi tubuh ideal dan kejinakan.

Buat hewan yang diambil produknya, keunggulan kuantitas dan kualitas produksi juga merupakan sifat yang diinginkan. Selain tersebut, peternak menghindari sifat-sifat yg tidak diinginkan seperti penyakit atau perilaku agresif. Umumnya hewan ternak adalah herbivor atau pemakan tumbuhan; hewan ternak yang omnivor dalam antaranya ayam atau bata. Hewan-hewan herbivora ada yg pemakan rumput, pemakan petunjuk bernutrisi tinggi seperti biji, buah, dan daun anak remaja, serta pemakan berbagai macam bagian tumbuhan. Selain tersebut, beberapa hewan ternak menghasilkan digolongkan sebagai ruminansia / pemamah biak, seperti sapi, domba, dan kambing.

Domba-domba ini jua diekspor dan merupakan salah satu sumber gen ras-ras domba modern. Di bawah pengaruhnya, para peternak Inggris mengembangkan pertanian sapi potong. Berkembangnya peternakan di Eropa abad pertengahan berjalan bertepatan dengan perkembangan lain. Pembaruan pada alat bajak memungkinkan tanah untuk dibajak jauh dalam lagi.

Dengan menyeleksi dan mengawinkan hewan ternak lokal, Bakewell dengan laju menghasilkan menghasilkan jenis domba dalam besar, bertulang lembut, dengan wol panjang dan bermutu tinggi. Bakewell mengembangkan nivel Domba Lincoln, yang juga digunakan menghasilkan ras anyar yang disebut New Leicester. Ras ini adlaah dogol atau tidak bertanduk, serta memiliki tubuh berdaging, gemuk, dan berbentuk mirip segi empat. Ia menyewakan hewan-hewan ternaknya untuk peternak yang lain yang juga ingin memuliakan ternaknya.

Kuda menggantikan sapi sebagai hewan penarik utama, gagasan-gagasan baru buat rotasi tanaman bermunculan, dan praktik menanam tanaman agar disimpan untuk pakan ternak musim dingin juga meluas. Berbagai jenis kacang-kacangan memulai ditanam; tanaman ini menaikkan kesuburan tanah karena menghasilkan mengikat nitrogen, sehingga memungkinkan jumlah hewan ternak dalam lebih besar.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>